Menurut Kantor Berita ABNA, sejumlah ulama marja taklid Syiah telah mengundang umat Islam Iran untuk sekali lagi menunjukkan persatuan nasional mereka melawan musuh negara dengan kehadiran yang besar dan megah dalam pawai akbar pada 22 Bahman bertepatan dengan 11 Februari.
Ayatullah al-Uzhma Nasser Makarem Shirazi dari ulama marja taklid Syiah yang bermukim di Qom di akhir pertemuan kelas fikih tingkat tinggi yang diasuhnya, sambil mengajak orang-orang untuk berpartisipasi dalam pawai pada 22 Bahman, mengatakan, “Saya meminta semua orang untuk berpartisipasi dalam pawai pada 22 Bahman dengan antusias hadir dan membuat suara mereka didengar, biarkan dunia tahu bahwa itu memiliki efek yang sangat penting dalam melemahkan moral musuh dan skandal mereka.”
Ia juga menambahkan, terkait dengan semakin dekatnya peringatan kemenangan Revolusi Islam, “Ketika Imam Imam Khomeni mencanangkan Republik Islam, banyak orang yang berpikiran sempit mengira revolusi ini tidak akan berlangsung lama dan hanya dalam hitungan hari akan jatuh sendiri. Namun alhamdulillah sekarang sudah tahun ke-44 kemenangan Revolusi Islam dan Iran tetap berdiri kokoh. Rahasia umur panjang ini adalah persatuan di antara rakyat Iran meskipun musuh bersekongkol. Jika kerukunan dan persatuan ini terus berlanjut, revolusi ini insya Allah akan terus berlanjut hingga munculnya Imam Zaman afs.”
22 Bahman tahun ini akan menjadi hari keputusasaan musuh dan perwujudan persatuan dan empati rakyat Iran
Sementara itu, Ayatullah al-Uzhma Hossein Noori Hamadani dari otoritas Taqlid yang juga bermukim di kota Qom mengatakan dalam sebuah pesan pada kesempatan Yaumullah 22 Bahman dan peringatan kemenangan Revolusi Islam, “Tanpa diragukan lagi, kehadiran masyarakat luas dalam pawai di 22 Bahman tahun ini dengan membawa pesan persatuan dan empati akan menyebabkan musuh Islam dan Iran putus asa.”
Ayatullah Hamadani menambahkan, “Revolusi Islam Iran di bawah kepemimpinan Imam Khomeini (semoga Tuhan merahmatinya) dan upaya ulama besar dan kehadiran epik semua kelompok dalam masyarakat membuahkan hasil dan mampu menghilangkan pengaruh sistem dominasi di negara ini dan berusaha untuk menegakkan sistem Islam. Meski dengan itu, revolusi ini telah banyak mempersembahkan banyak syuhada.”
Otoritas taklid ini kemudian menunjukkan, “Hari ini, tugas setiap orang adalah untuk mengekspresikan prestasi Revolusi Islam dan berusaha untuk menghilangkan kekurangan sehingga cita-cita Imam dan para syahid dan keinginan masyarakat umum akhirnya terwujud.”
Menghadiri pawai dan menjaga persatuan dan empati adalah kewajiban setiap orang
Ayatollah al-Uzhma Abdullah Javadi Amoli dari otoritas Taqlid juga mengundang berbagai orang untuk berpartisipasi dalam pawai 22 Bahman dalam rangka peringatan revolusi Republik Islam Iran dalam sebuah pesan dan menyampaikan harapan agar semua orang dapat berpartisipasi. “Pawai dengan kemuliaan dan kehormatan dan dengan ketulusan, dengan doa dan salam kepada para syuhada kami mendorong rakyat Iran untuk meramaikan pawai akbar ini.”
Ia menambahkan, “Setiap orang, termasuk para pejabat dan rakyat, harus berusaha menjaga nilai-nilai revolusi, menjaga darah suci para syuhada, dan menjaga risalah Imam Khomeini, serta tidak lalai dalam menunaikan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Umat juga harus hadir di titik-titik pertemuan dengan menjaga persatuan dan kebersamaan. .Amanah Ilahiah ini akan sampai kepada pemilik aslinya insya Allah.”